Tampilkan postingan dengan label True Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label True Story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2020

Sebermula Kesedihan


Kesedihan itu datang dari mana?

Selepas saya melunasi utang bacaan buku puisi Adimas Imanuel, pertanyaan hablur itu yang muncul. Masuk akal, sih. Wong bacaannya sendiri tidak lepas dari bagaimana aksara merayakan kesedihan. Begitu pula rentetan kejadian yang menimpa saya sekeluarga. Adik yang masih bolak-balik rumah sakit. Kemudian, saya yang tiba-tiba kecelakaan – pun celaka ini tidak ada yang merencanakan. Biasanya yang in charge untuk bolak-balik rumah sakit itu saya. Tapi, kaki kiri saya belum bisa diajak lari sana sini karena masih ada luka jahitan. Sedih? Ngga usah ditanya.

Begitu pula dengan kantor tempat saya bekerja yang tidak memberi saya kesempatan untuk WFH. Kebijakan yang harus tetap WFO di tengah pandemi begini, pun kaki saya yang dibawa untuk jalan masih terseok-seok.

Dunia masih akan menggila.

Saya sebagai manusia malah dituntut untuk tetap waras. Edan.

Kalau boleh jujur, kesedihan yang saya rasakan ini datangnya dari saya sendiri.

Kamis, 23 April 2020

Sebermula Ramadan 2020

Ramadan Kareem to you all.

Puasa tahun ini suasananya benar-benar berbeda. Tak nampak surau yang ramai dengan lantunan agung untuk-Nya. Tak terbentuk barisan salat tarawih yang meluap ke jalan.
Semua hal ini terjadi lantaran pandemi yang melanda negeri ini. Juga dunia.

Rabu, 12 Desember 2018

After Time

it's been a while!

wah, sudah seabad rasanya saya tidak mengunggah konten atau tulisan ke sini. terakhir saya mampir untuk menggunggah hasil tugas kuliah. dan itu sekitar dua tahun yang lalu ya.

jujur, karena sudah terlalu lama saya tidak up tulisan di sini, rasanya agak canggung dan aneh ketika saya kembali ke laman postingan baru. menuliskan apa yang ingin disuarakan oleh 'orang' yang ada di dalam kepala saya. perubahan itu selalu ada. meskipun tampilan blog ini masih ramai dan terlalu meriah, hahhaha, tipikal anak alay bloggers yang keblinger widget. perubahan paling signifikan itu sih tulisan saya.

Kamis, 21 Januari 2016

Jurnalis Dadakan


Sudah menjadi tradisi kalau menjelang UAS, tugas bertebaran di mana-mana. Sama halnya dengan hal yang baru aja gue lakuin hari ini; membuat satu video liputan untuk tugas Ilmu Pengantar Jurnalistik, pada tanggal 21 Januari 2016.

Gue termasuk ke dalam kelompok empat di mana personelnya terdiri dari: Berry, Kak Irwan, Mia dan Gue. Dari pagi sampai ketemu sore, kami jalan-jalan di tiga kota, dua provinsi dan satu negara.

Minggu, 18 Oktober 2015

Smile, You're Beautiful

“Ih Na, lo gendutan. Gue sampe pangling.”
“Kayanya kamu lebih berisi ya.”

Gue tahu kalau gue pasti akan mednapat teguran seperti itu ketika gue masuk kuliah. Yap, gue akui, gue gendutan. Lagian juga orang kerjaan gue selama liburan ngga lebih dari ngerjain pekerjaan rumah and madur-madur(makan tidur). Hahaha. Padahal gue udah buat janji kalau gue mesti kurusan pas liburan. Tapi nyatanya, uh jangan ditanya :D yang ada gue malah tambah melar. Hahaha.

Dan kata-kata di atas pun akhirnya keluar juga dari mulut orang-orang di kelas yang ngga sengaja papasan sama gue di minimarket. Katanya mereka pangling. Yahaha, segitu gendutnya kah gue? :D
Sejujurnya ada sedikit perasaan kecewa ketika gue mendengar seseorang yang ngomong kaya gitu ke gue. Terlebih dia sendiri memiliki bodi yang langsing. bukan, gue bukan iri. Tapi kaya, yaudahlah sih, bodi-bodi gue ini ya ‘kan. Dan mereka ngga tahu kali ya kalau perkataan mereka sesungguhnya juga mampu jadi perontok mental. Ya iyalah, cewe kalau dibilang seperti itu, mental dia bakal drop cuy. Dan bukannya dia jadi tambah kurus, dia malah makin banyak makannya. Kaya gue! Haha.  Setiap ada orang yang bilang kaya gitu ke gue, di depan gue Cuma bisa senyum, eh di belakang; gue stress dan langsung makan apapun yang bisa dimakan. Kata siapa orang stress bisa kurus? Nah  gue kaga tuh.

Jadi, semuanya pun kembali pada diri kita masing-masing. as always. Yah, tapi mau bodi kita langsing, gemuk, kurus, tinggi, pendek, sedeng; yang penting mah sehat ya. dan bahagia. Haha. Dengan gue yang sekarang, gue cukup bahagia. Malah gue sangat bersyukur. Gue yang seperti ini juga bukan hanya campur tangan gue seorang melainkan juga campur tangan dari Allah SWT.

Girls, you’re beautiful. Just the way you are.


Pamulang, October 19, 2015.

Jumat, 12 Juni 2015

Makalah PKN Hak dan Kewajiban Warga Negara

ini termasuk makalah yang dibuat cukup apik(?) maksudnya, semua anggota di kelompok gue ikut andil. dan, presentasinya? hah, jangan ditanya.... dan, semoga nih potstingan bermanfaat ya.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah Pendidikan Kewargangeraan Semester II
dosen pengampu: Endi Suhadi, S.H., M.H.

Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata

ini tugas analisis yang pengerjaannya bikin gue mual. efek sampingnya adalah stress yang berkepanjangan, mata yang berkantung, serta kuota internet yang jebol gegara searching literatur ditambahan. hah, semoga berkah...

Rabu, 06 Mei 2015

Trip Mahasiswa 'Beneran' Menuju Perpustakaan Nasional Part 1

Cerita bermula dari tugas ajaib yang diberikan Mister K selaku Dosen Bahasa Arab di kelas ane.

Jadi, kami semua tanpa terkecuali, diminta untuk membuat video berlatarkan Perpustakaan Nasional di Salemba. Sebenarnya, selain itu kami juga diwajibkan membuat kartu keanggotaan. Tetapi, satu sisi yang gue lihat dari penugasan di atas adalah Mister K ingin para mahasiswanya jadi ‘mahasiswa beneran’. Yaitu, dengan benar-benar melancong dan melanglang buana ke mana saja asalkan demi kepentingan kampus. Salah satunya ialah dengan menugaskan kami, para mahasiswa semester dua, untuk pergi ke daerah Salemba yang berpuluh-puluh kilometer jauhnya dari rumah kami semua.

Senin, 13 April 2015

Analisis Unsur Intrinsik Dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

yah, ini tugas laporan yang menurut gue cukup sedikit waktu yang gue habiskan dalam pengerjaannya. yah, dulu waktu tugas analisis puisi PKS I gue ngerjain itu dalam kurun waktu sebulan dan cuma ngehaislin lima lembar. sementara ini, dua hari berhasil nelurin sebelas lembar -_- 
dan jujur, isi laporan ini adalah murni dari kuartet lobus gue. yah!! hebat sih menurut gue nih.hahaha -_-

well, cukup banyak cingcongnya lah, semoga laporan ini bermanfaat buat kalian semua!!

LAPORAN TUGAS ANALISIS NOVEL
MATA KULIAH PENGANTAR KAJIAN SASTRA II
SEMESTER II

 “Analisis Unsur Intrinsik Dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata”



Oleh:
Ratnawati             2014070108

JURUSAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS PAMULANG

2015

Senin, 06 April 2015

Always

astaga.... akhirnya setelah dikebut selama tiga hari, tugas analisis novel selesai juga.............. yah, gue akuin. gue emang lambat dalam mengerjakan tugas. sok-sokan gabis menunda tugas tapi proses pengerjaannya lelet bener...hoo!!! yah abis mau gimana lagi? emang dari sananya gue disetel kaya begini. lalu, ada satu kejadian yang gak gue suka terjadi pada gue. duh, sebenarnya gue males banget nyeritainnya. ini berhubungan sama bubur. ya, soal bubur. 

Sabtu, 04 April 2015

My Thoughts, My Memories, My Will.


SUPER SHOW 6 IN JAKARTA, CONFIRMED!!

DUARRRRRRRRRR!!

rasanya kaya disambar milyaran voltase listrik tepat mengenai seluruh tubuh. jantung gue pun rasanya mau copot dari rongga dada. jiwa gue udah di awang-awang gitu. huah :( jadi kenapa gue bisa kaya gitu? jawabannya simpel. karena gue shock berat ngeliat price-list SUPER SHOW 6 in Jakarta. kampret!!!!! paling murahharga tiketnya Rp 1.250k!!! itu paling murah?! coba bayangin, bagaimana bisa price segitu dibilang murah?! oh man! gue harus gimana lagi coba buat dapetin duit segitu? gue ngumpulin setengah dari itu aja belom kesampean... ya allah. berat nian cobaan yang hamba pikul ini :(

Minggu, 29 Maret 2015

OBSTACLE

kekosongan dalam hidup akhirnya gue rasain. kaya gelas yang gaj pernah diisi setetes air. hampa. kosong. well, tetapi gue gak akan meratapi akan kekosongan itu. justru harusnya gue tuh bangkit dari kekosongan itu. beralih untuk mengisi space kosong itu dengan hal2 yang unik. jiah.........

gue kuliah. alhamdulillah, gue bisa kuliah. sekarang lagi jalan dua semester. apakah ada kendala? tentu saja man! kendalanya itu terdapat pada budget. biaya untuk tugas2. well, asal tahu aja ya, nene gue itu selalu ngasih ongkos yang pas-pasan untuk gue. di tengah kepaspasan itu gue harus ngirit pula. bagaimana caranya coba? ya, gue udah mencoba mengurangi dengan tidak jajan di kampus dan bawa bekal dari rumah. jadi, ongkos gue itu cuma terpakai untuk parkir dan bensin doang. sisa ongkos itu pun gue kumpulin. untuk keperluan tugas kampus. tapi, tetep aja,. tugas kampus gue itu segambreng, otomatis duit yang diperluin itu banyak juga. mau gak mau, akhrinya duit yang gue kumpulin itu tetep kepake. untung dah kalo nyisa, nah kalo kaga? cukup gigit jari aja dah gue...

padahal gue juga udah mencoba mencari kerjaan part-time, tapi kenapa gak dapet2 ya? gue udah mulai naro sampai nitip lamaran, tapi tetep aja gak dapat. padahal, niat gue kerja itu karena gue yakin kalau gue kerja, budget yang bengkak itu bisa mengecil dan otomatis gue pun jadi bisa gak bergantung sama nenek gue lagi. di satu sisi, syukur2 gue bisa memberi nene gue uang saku yah walaupun jumlahnya msih sedikit. tapi, Allah tuh masih ngetes gue :"") bisa gak nih hambaNya yang satu ini lolos melewati ujianNya? :)

huh, untuk kuliah, itu sih kendala yang gue alamin selama ini... duit and duit.....

yah, gue yakin ke depannya kendala ini akan menghilang dengan usaha dan kegigihan gue. FIGHTING!!!!!
intinya, tetep semangat ya Na kuliahnya!!! jangan lama2 dapetin gelar S.S. di belakang nama lo! 
inget target lo!! maksimal 3 tahun lewat 8 bulan!!!!! RATNA FIGHTING!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Glowing Confession Chapter One

HALO!
demi apapun,gue bingung mau nulis intro apa lagi sini.keseringan hiatus jadi kagok sih bawaanya.poor me-_- but kali ini gue pengen coba bahas lagi tentang KAU ah,ya KAU YANG DISANA.

Selasa, 17 Maret 2015

The Story Begin

Tersiksa. Kutersiksa karena harus pindah kelas ke gedung sementara yang lebih jauh jaraknya dari rumah. Huhu. Kumerana karena uang bensin yang membengkak dan uang jajan yang menipis. Oh sedihnya nasibku. Perjuangan meraih gelar sarjana di belakang nama masih setitik, sejuta langkah masih kuraba, oh tidak oh iya. Semangattttttt!!!

Kamis, 19 Februari 2015

Sybil 16 Kepribadian, Psikolinguistik, hingga Alterego.

waktu itu saya pernah ngepost fanfiction dengan genre pyschologist di KSF.hehe iya sekarang saya jadi seorang author loh, tepok tangannya mana. hahahha T_T dan di ff itu saya mengangkat isu oedipus complex. lalu muncul komentar kak dina yang paling nyentrik menurut saya karena isi komentarnya itu bener2 kaya modul dan sukar dimengerti untuk sekali baca. alias perlu berkali-kali dibaca. kak dina komentarin ff saya itu lengkap dengan beberapa penjelasan medis apa itu penyebab oedipus complex. berikut adalah transkrip*ceilaah dikata penyidik KPK kali ah* komentar saya dnegan Dina Unnie, salah satu author di KSF tentang segala hal yang berbau Psikiatri.

Begal, Dandan Ala Cowok, dan Doa

ih parah. tingkat kriminalitas makin ke sini makin tinggi aja masa T_T
dimulai dari aksi begal yang marak banget di depok, aksi pencurian motor, dsb. duh gue sebagai warga baru depok aja udah parno dan ketar-ketir duluan.
kenapa ya tingkat kriminalitas itu malah makin tinggi?
kenapa?
kenapa?
kalau kata bang napi kejahatan itu ada karena ada kesempatan.
berarti makin ke sini kesempatan untuk berbuat kriminal itu makin besar?

hm, kalau menurut gue bisa jadi sih.. begal yang lagi santer banget di depok itu kebanyakan korbannya adalah wanita or cewek. yak iya sih, pikir pake logika deh. cewek gitu? terakhir begal itu udah sampai di telaga golf waktunya pas malem. korbannya cewek yang baru pulang kerja mungkin. dan lokasi kejadiannya itu adalah dekat rumah gue T_T
mendengar kabar itu gue langsung jiper coy. berhubung gue adalah seorang pribadi yang parno, saat itu kan gue mau ke kampus buat bayaran, gue sampe minta dianterin sama orang rumah. padahal itu masih siang. iya, masih siang. ck, kan udah gue bilang sebelumnya gue ini orangnya parno tingkat dewa abis.

setelah mendengar aksi kriminalitas di atas gue pun langsung pasang antibodi tak kasat mata di sekitar gue, yup, sekarang gue jadi lebih waspada. dibilang lebay juga boleh sih.
gue kan ke kampus naik motor yah dan gue pun dalam berkendara jadi lebih waspada. gue jadi lebih sering tengok spion sambil ngawasin orang-orang yang mencurigakan di belakang motor gue. mata gue juga aktif lihat ke depan. mencari orang-orang yang menurut gue mencurigakan.

dalam berkendara khususnya naik motor gue pun gak pernah absen untuk memakai jaket. meskipun gue pakai sweter dengan didouble kemeja gue tetep pakai jaket. kenapa? untuk menghindari peluang gue dikenali sebagai seorang cewek gue pun berdandan layaknya cowok. yap, jadi gue kalau ke kampus kan naik motor dan gue tuh di rumah sebelum berangkat bukannya sibuk berdandan secara harfiah melainkan berdandan layaknya cowok.
untungnya perkakas pendukung gue pun banyak.
sepatu gue mayoritas sneakers yang cowok abis. tas? yaelah, tas gue ransel dan snapbag semua yang maskulin abis. tampang gue kalau ditaro masker yang ngeliatin mata doang udah kaya cowok abis,

berdandan layaknya cowok saat berkendara itu salah satu tips ampuh gue.

terakhir, entah itu saat gue mau berangkat, di tengah perjalanan, ataupun sampai tujuan, gue selalu berdoa.
di tengah perjalanan gue selalu berdzikir dalam hati sambil fokus nyetir. yah intinya sih ya jangan pernah melupakan Allah di mana dan ke mana pun elo berada. coba deh selalu sertai Allah di setiap langkah yang elo rajut. insya allah everything will be well...

duh kenapa nih postingan jadi ngalur ngidul begini? ya sudah lah T_T

semoga bermanfaat(?)*kayanya manfaatnya sedikit deh nih.* *eh kaya ada yang baca selain guea jah T_T*

Kejahatan itu ada kalau lo mikir itu emang ada. Jadi, selalu, waspadalah! Waspadalah!!

Rabu, 11 Februari 2015

Penyakit Akut Jakarta, Banjir Kronis, Apa Obatnya? oleh Ratna W. Kameshwara S. (@xianara)

Penyakit Akut Jakarta, Banjir Kronis, Apa Obatnya?
oleh Ratna W. Kameshwara S. (@xianara)


tes 1 2 3.

yeah kali saya balik lagi nih, bukan untuk ngeshare tugas seperti biasanya melainkan beraspirasi(?) ceilah.ahahaha. jadi gini, setelah saya menonton wawancara langsung dengan bapak wagub DKI di kompas tv yang membahas bencana banjir kronis di jakarta (duh serem ye. banjir kronis. ckck, udah kaya batuk aja.haha.) saya berinisiatif untuk mencurahkan opini saya dnegan sebebas-bebasnya di blog yang unseen ini.haha

well, harap dicatat. aspirasi yang akan saya keluarkan ini mayoritas menggunakan bahasa tidak baku / non formal / bahkan slang (bahasa gaul..) jadi harap maklum ya kalau tata bahasanya terlihat acak. cos, yeah, saya tak ingin berbelit-belit soalnya.hehe. cekidot.

dalam wawancara itu Bapak Djarot Syaiful Hidayat nggak cuma menjawab pertanyaan dari reporter kompas tv itu. Beliau juga menanggapi beberapa komentar warga jakarta via sosmed. nah, menurut saya pribadi nih ada beberapa komentar atau pertanyaan yang mubazir. alias ga perlu juga kali dilempar ke pak wagub untuk dijawab.muehehe.

well, menurut saya pribadi ya, dengan bertanya pertanyaan yang menurut saya pribadi nggak penting gitu (mayoritas pertanyaannya bisa dijawab sendiri tanpa harus bertanya ke pak wagub)
kaya,
kenapa curah hujan yang turun di jakarta itu deras banget, sampai menyebabkan genangan air setinggi 20-30 cm? perasaan dulu gak kaya gini.

Hello masbro! lo pikir pak wagub itu pawang hujan :D? hahaha... see? apakah komentar kaya gitu perlu ya sampai ke telinga pak wagub?

seharusnya sebagai seorang warga jakarta yang ingin kotanya terlihat baik dan tertata rapi kita semua tuh harusnya juga ikut menjaga. tunjukkan aksi nyata sajalah. nggak perlu deh bercicit ria di sosmed soal kekurangan pemprov dalam menangani banjir. p.s.: saya sekarang bukan warga jakarta lagi tapi warga depok -_,-

sepertinya hal-hal kecil macam membuang sampah pada tempatnya itu masih menjadi momok menakutkan.lho? kok menakutkan. ya, habisnya masih banyak segelintir oknum yang tak bertanggung jawab masih suka membuang sampah sembarangan. buang sampah pada tempatnya kesannya menakutkan banget gitu. sampai-sampai sulit dilakukan.

menjaga kebersihan lingkungan sendiri juga masih belum terlihat secara merata. hanya sebagian kecil saja warga di lingkungan rukun tetangga dan warga saja. sisanya, masih bersikap apatis.

nah itu kalau dari warganya.kalau kita lihat dari pemerintah dalam jangka pendek pemprov DKI mempunyai dua agenda yakni, normalisasi waduk / setu dan penambahan waduk atau setu.

nah pemprov sendiri kan rencananya akan menambah waduk di jakarta. kalau melihat realitas, waduk di jakarta itu sudah buanyak sekali. ada 44 buah termasuk waduk dengan setu. namun, mayoritas waduk tersebut sudah beralih fungsi. ada yang menjadi lahan pemukiman warga, menjadi lahan untuk dibangun kantor, dsb. bahkan ada juga yang sudah tidak berfungsi lagi.

nah, menurut pakar, rencana pemerintah untuk penambahan waduk / setu itu sia-sia. kenapa? 44 waduk yang ada saja masih belum selesai kan normalisasinya? dari 44 itu hanya 2 waduk yang baru dinormalisasi. sisanya, yah silahkan tebak-tebak berhadiah sendiri :D

satu lagi pesan untuk pemprov. coba lakukan lagi sosialisasi agenda pemprov dalam mengatasi banjir terhadap warga dki secara luas dan merata. saya sering mendengar para warga tersebut beralasan kurang sosialisasi dari rencana pemerintah dalam mengatasi banjir yang bersifat akut ini di ibukota. nah, kalau sudah dijelaskan oleh pemprov dengan sejelas-jelasnya tetapi ada saja warga yang masih belum mudeng atau ndableg juga, yah kita cuma bisa menghela napas sambil beristighfar sajalah. hahaha :D

terakhir, sebelum opini receh ini saya akhiri, marilah kita semua (nggak cuma warga jakarta, tetapi seluruh warga yang jugaa bekerja di jakarta!) menjaga lingkungan bersama. gak usahlah berharap terlalu muluk, see? stop wishing start doing!
dan, tetap dukung pemerintah untuk mensejahterakan warga DKI Jakarta!

mantan warga DKI Jakarta,

xianara.

Minggu, 11 Januari 2015

Kerancuan dalam Hidup

Banyak banget hal yang muter2 di kepala gue. Mereka semua bergumul dan saling berdesak-desakan untuk keluar. Mereka semua ingin dituliskan dalam kata-kata. Tapi apa daya. Jari tangan gue ga bisa singkron dengan pikiran gue. Saking banyaknya gue jadi bingung mau nulis apa.
10 hari di bulan januari sudah terlewati. Ck, dan yah, days passed just like another days. There was not something special gitu. Haha. Kok malah ketawa. Yah gitu. Dan kali ini gue juga pengen sedikit cerita soal tugas kampus yg mulai numpuk. Bukannya gue males ngerjain. Cuma tugasnya itu bener2 bikin mood gue jatoh buat ngerjainnya. Terlebih tugas kajian sastra. Beuh-_- itu tugas sukses bikin stress. Dan bikin gue jadi tambah gemuk(apa hubungannya-_-)
Menelaah puisi untuk pertama kalinya. Ya allah, gue ga mudeng banget. Dalam artian, dalam dua minggu gue cuma dapet dua halaman doang. Aduh, ini kan gue tahun depan musti lolos seleksi pertukaran mahasiswa di Korea tapi kok ya gue lalai gini dalam nyelesein tugas. Ga banget. Oke, gue ga akan bahas kemalasan gue ini…. Gak….
Dan, ada satu hal yang menurut gue aneh, ga tau sih ya kalo menurut yang lain. Jadi, gue ini kan mahasiswi jurusan sastra, tapi kok y ague masih ogah banget berbahasa yang baik dan benar gitu. Yah contohnya kaya begini. Gue ga nulis pakai bahasa yang baku. Yah emang sih ini Cuma postingan biasa, tapi tetep aja seharusnya gue bisa kan ngeposting sesuatu menggunakan bahasa yg baku. Dan persepsi orang pasti bakalan kaya gini: Dia anak sastra, tapi kok ya nulisnya bahasanya ga karuan gitu.
Aneh kan…(bentar, jari kelingking kaki kanan gue kram-_-)
Iya pasti orang jadi mikir gitu. Yah tapi mau gimana lagi? Gue nggak nyaman. Nggak nyaman…..


Minggu, 23 November 2014

One day With CALO

Hari ini, tanggal 21 November 2014 adalah saat di mana seorang gue, yang notabenenya masih sangat awam terhadap dunia persidangan harus menjalani siding untuk pertama kalinya. Bukan siding kasus pembunuhan-_- masya Allah… gue ini gadis berhati mulia, insya Allah…

Jumat, 14 November 2014

HAL ABSURD TENTANG DOSEN PENGANTAR LINGUISTIK UMUM

hal absurd nomor sekian dalam hidup gue ialah, kalau ketemu  Dosen Pengantar Linguistik Umum sekalian Dosen B.Arab dan KAPRODI sendiri langsung kabur!bener-bener absurd menurut gue.